KISAH PUTRI RULMARA YANG MENCARI SUAMI - II

April 10th, 2007 by nyapnyip


Part 2:
Kembalinya Tiga Pemimpin

Saat itu,
kerajaan panik. Sang Ratu baru saja meninggal dunia, dan Putri Rulmara hanya
sendiri di istana. Penasehat kerajaan yang terkenal bijaksana, Laneysa sedang
melakukan kunjungan kerja dan studi banding selama sebelas hari di
negara-negara tetangga (tanpa anggaran negara lo). Jenderal Cleopetty masih berada
di garis depan, berusaha meredam kerusuhan dari GAR (Gabungan Anti Ratu),
sementara tabib-merangkap-penyihir istana, Melvina, menghadiri Reuni dan
Muktamar Seratus Tahun sekolah sihir sedunia.

Laneysa yang
pertama kali menerima berita bahwa ratu meninggal dunia, segera membatalkan
kunjungan ke negara kedelapan. Laneysa memutuskan untuk meninggalkan
rombongannya dan menuju ke garis depan, tempat Cleopetty bertugas.

Derap kaki kuda
Laneysa membelah lapangan tempat para prajurit Negeri Burung Hantu biasa
berlatih. Segera beberapa prajurit mengantarkan Laneysa kepada Cleopetty yang
sedang mengamati peta Negeri Burung Hantu di tendanya, titik-titik merah yang
menunjukkan ancaman GAR bertebaran di sana-sini. Cleopetty separo terkejut
menerima kehadiran Laneysa.

“Duchess, apa
yang membawamu ke sini?”

"Cleo..Ratu
meninggal dunia!" kata Laneysa cepat "Wasiat terakhirnya dialamatkan
untuk kita bertiga. Kita harus segera kembali ke istana"

"Bertiga?"

"Ya, Melvina
juga"

Cleopetty tampak
ragu sejenak, kemudian menatap Laneysa.

"Tapi…..terakhir
kali aku dengar, Melvina sedang membicarakan penerapan mantra pelet dengan Nyi
Blorong, Nyi Roro Kidul dan Mbah Marijan di kawah gunung berapi.”

Cleopetty
terdiam sejenak karena Laneysa mengangkat sebelah alisnya, skeptis.

“Bagaimana cara
kita memanggilnya?"

 *swwooosshh*

Gumpalan asap
memenuhi tenda Cleopetty. Laneysa mengibaskan tangannya untuk mengusir asap
tebal itu, sementara Cleopetty menarik pedangnya. Siaga.

"Ada yang
nyari saya??" Melvina muncul dari balik asap.

"Melvina? Kok…"
Cleopetty menatapnya keheranan.

"Oh bisa
dounk. Ini teknik sihir terbaru yang saya pelajari dari Reuni dan Muktamar
Penyihir Sedunia. Namanya Mantra-Cepat-Sampai" kata Melvina sambil
tersenyum congkak.

"Sepertinya
mantra polusi nama yang lebih cocok" potong Laneysa "Sudah Melvina,
kita harus buru-buru, Sang Ratu.."

"Baru saja
meninggal dunia. Ya Ya, saya tahu..Bola Kristal telah menunjukkan pada
saya…"

"Bagus!
Kalau begitu semua sudah mengerti keadaannya. Ayo berangkat!" Laneysa
kembali memotong, sebelum Melvina sempat menyebutkan teori-teori sihir yang
dipelajarinya di reuni yang selalu dibangga-banggakannya itu.

Hari memasuki tengah hari saat ketiganya
sampai di istana. Putri Rulmara sendiri yang menyambut mereka dengan riang gembira.

"AAAAAAaa…semuanya
berkumpul!! Senang!!" kata Sang Putri ceria.

Cleopetty,
Laneysa dan Melvina saling berpandangan. Kebingungan.

"Semuanya
pasti ketik C spasi D…Capek Deee…"

Melvina mendelik.

"Putri!
Bahasa macam apa itu??!!? Pasti Yang Mulia sudah bermain-main dengan bola
kristal saya lagi! Saya kan sudah bilang! Bola Kristal itu berbahaya…terutama
kalo sudah masuk ke InterBolKrisNet!"

"Melvina
bawel…." Putri Rulmara menjawab dengan suaranya yang imut
"Istirahat dulu sana, biar ga bawel"

Laneysa,
Cleopetty dan Melvina (dengan tampang sebal) mengiyakan, kemudian undur diri
dari hadapan Putri Rulmara. Tanpa membuang waktu, Laneysa segera menuju ke
perpustakaan istana, tempat Ratu menyimpan wasiat untuk ketiga orang
kepercayaannya. Dengan hati-hati Laneysa membuka perkamen wasiat dan mulai membacanya
baris demi baris.

Tak lama kemudian
Melvina bergabung, jubah putihnya telah berganti dengan toga cream yang lembut.
Rambutnya yang seharian tadi tersimpan di balik jubahnya, kini tampak menggelembung
dengan warna pink dan kuning ceria. Melvina tampak persis seperti spesies jamur
baru, ketimbang punggawa istana yang disegani.

"APA
ITU!!??!!??" teriak Laneysa histeris. Melvina nyengir.

"Owh, rambut
baru. Hasil workshop kecantikan penyihir dari muktamar kemaren. Tadinya saya
bingung pilih pink-kuning atau polkadot. Laneysa mau coba??"

"Ih..enggak
deh makasih…"

“Coba deh
coba..kamu pasti cocok pake polkadot deh..”

“ENGGAK MAKASIH
MEL…”

Percakapan mereka
terhenti karena pintu yang kembali terbuka. Seorang wanita masuk ke dalam
ruangan. Rambut hitamnya terburai menyentuh lengan, tubuhnya dibalut gaun
putih. Butuh waktu untuk Laneysa dan Melvina sampai mereka menyadari, wanita di
hadapan mereka adalah Cleopetty. Tanpa baju zirah, tanpa perisai dan pedangnya,
Cleopetty tampak jelita.

"Jadi apa
isi wasiatnya?" tanya Cleopetty pada kedua temannya yang masih terperangah.
Laneysa berdehem, lalu membacakan wasiat di tangannya

"Saya Ratu Negeri Burung Hantu, dengan ini
menyatakan wasiat ini telah dibuat dengan sebenar-benarnya, sesuai keinginan
saya, tanpa paksaan dari segala pihak.

Menimbang:
1. Kehidupan saya yang hampir berakhir
2. Putri Rulmara yang masih belia,

Menilik:
1. Keadaan kerajaan yang agak tidak stabil
2. Kebutuhan akan pemimpin yang bisa diandalkan

Memutuskan:
1. Adalah baik jika Rulmara bisa segera
mendapatkan suami

Karena itu wahai penasehat dan tangan kananku,
kutitipkan Putri Rulmara padamu,
kalian bertiga harus mampu,
mencari suami untuknya,
walau harus mengadakan sayembara.

 Hmm..Begitu kira-kira isi dari wasiat Ratu kita" kata Laneysa

“Sayembara???”
Cleopetty mengerutkan keningnya.

“Suami???”
Melvina mempermainkan ujung rambutnya.

“Putri Rulmara
sudah tau?” tanya Cleopetty. Laneysa menggeleng. Ketiganya menghela napas,
tidak berani membayangkan reaksi Putri Rulmara mendengar berita ini.

MENIKAH??!!?!?!?
teriak Putri Rulmara. Cleopetty dan Melvina mundur selangkah, membiarkan
Laneysa menangani Putri Rulmara.

“Putri, anda
harus mengerti. Kami hanya menyampaikan pesan Baginda Ratu” kata Laneysa tegas.

“AAHH!
Kelihatannya seru!!” kata Putri Rulmara penuh semangat, mengabaikan perkataan
Laneysa, “Siapa yang harus kunikahi, Laneysa???”

“Err…………itu
masalahnya Tuan Putri…” kata Laneysa, nada suaranya melembut “Kecantikan Yang
Mulia tersohor di seantero dunia, kami yakin banyak pangeran yang ingin
menikahi Tuan Putri. Namun, kita tidak boleh sembarangan memilih calon suami
untuk Yang Mulia, karena dia akan menjadi Raja di negeri ini” lanjut Laneysa.

“Ma-sa sih?”
tanya Putri Rulmara polos. Laneysa mengangguk.

“Karena itu
Baginda Ratu menyarankan sayembara, untuk memilih calon suami yang tepat”

“Oooh..gitu?”

“Betul Yang
Mulia. Kami bertiga akan mendampingi Putri untuk memilih calon suami yang
tepat” Melvina menimpali

“Oooh…okay..”
Putri Rulmara manggut-manggut.

“Kami bertiga
juga telah mendiskusikan kriteria yang cocok untuk seorang calon raja..”
Laneysa melemparkan pandangannya pada Cleopetty.

“Sang Calon harus
seorang pangeran yang gagah berani. Tidak takut untuk berperang di garis depan.
Pandai dalam strategi militer dan punya jiwa kepemimpinan” tambah Cleopetty
“Karena seorang raja, harus mampu mempertahankan negaranya. DAN BERANI MATI
DEMI NEGARANYA!!
” Cleopetty berkata dengan semangat yang berapi-api. Laneysa dan Melvina manggut-manggut setuju.

“Namun, dia juga
harus memiliki pengetahuan yang luas dan wawasan tentang dunia. Tidak sombong,
tampan dan bersahaja…” sambung Melvina

“Memahami tata kenegaraan, mencintai rakyat dan adil”

“AA…mau! mau
mau mau!….Asyikkk…aku mau nikah…..” kata Putri Rulmara.

“Baiklah. Kalau
begitu semuanya sudah disetujui” Laneysa tersenyum puas. Dengan suaranya yang
lantang, dipanggilnya hulubalang istana untuk memberitakan Sayembara Putri
Rulmara. Dua lelaki bergegas menghadap Laneysa.

“Hulu! Balang!
Sebarkan berita ke seluruh dunia, bahwa Putri Rulmara, Penguasa Kerajaan Negeri
Burung Hantu, mencari calon suami”

——————————————————————————————-

SAYEMBARA PUTRI RULMARA 

Yth. Raja/King/Sultan/Tsar/Ntemi/Mbulele/Kanjeng/dll
(harap disesuaikan panggilan lokal)

Dengan ini Kerajaan Negeri Burung Hantu mengundang
Saudara sekalian untuk berperan serta dalam Sayembara Putri Rulmara yang sedang
mencari suami. 

Setiap peserta sayembara diharuskan mengirimkan
Curriculum Vitae dan Motivation Letter. Pengalaman tidak diwajibkan, namun
dapat membantu.

Biaya pendaftaran: Gratis! 

Peserta yang lolos seleksi CV akan diberi kabar
dan harus mendaftar ulang, untuk kepentingan penjadwalan bertemu Putri Rulmara.
Pendaftaran ulang hendaknya dilakukan a.s.a.p. Panitia menerima daftar ulang
dengan segala cara, selama tanda tangan asli dan materai Xy 500,- terbaca oleh
panitia. 

Ttd,

Panitia Pelaksana 

PS : *Konsumsi dan Akomodasi selama sayembara tidak
ditanggung panitia. 

——————————————————————————————

Begitulah isi
beratus-ratus undangan yang disebarkan Hulu dan Balang ke seantero dunia. Dan
proses seleksi CV oleh Laneysa, Melvina dan Cleopetty pun dimulai.

KISAH PUTRI RULMARA YANG MENCARI SUAMI

April 8th, 2007 by nyapnyip

Part 1: Prolog dan pengenalan
karakter

Alkisah
ada sebuah kerajaan yang bernama Negeri Burung Hantu. Hah? Apa? Negeri Burung Hantu? Nggak pernah denger tuh! (Psst,
makanya kita mengundang anda untuk datang ke negeri ini, biar gak ndeso).

Pertama-tama
kita akan memandu anda untuk memasuki Negeri Burung Hantu, sampai anda semua
tiba di pusat kerajaan. Siap? Yuuk…

Kingdom_map_1

PETA NBH Abad Ini - Seperti inilah Negeri Burung Hantu dari hasil foto satelit GPS (Global Penyihiran System). Boleh klik lo untuk memperbesar, red.

Perbatasan Negeri Burung Hantu

Negeri
ini terletak di kedalaman hutan terluas di muka bumi, Hutan Magis. Jika dilihat
dari satelit udara, negeri Burung Hantu mungkin terlihat seperti lingkaran yang
luarnya berlapis-lapis.

Lapisan paling luar, yaitu lingkaran seratus ribu pohon
beringin raksasa dimana bersarang burung hantu-burung hantu ajaib. Itulah
kenapa negeri ini dinamai Negeri Burung Hantu. Barisan pohon beringin yang
melingkar itu disebut Tapal Batas Burung Hantu. Berbatasan langsung dengan
Hutan Magis yang terbentang sejauh tiga puluh kilometer sebelum seseorang bisa
mencapai kerajaan tetangga terdekat. Konon, burung hantu-burung hantu tersebut
adalah penjelmaan dari arwah-arwah leluhur yang memiliki kekuatan magis super
kuat untuk melindungi garis depan negeri itu dari segala macam makhluk yang
ingin menelusup masuk. Maklum, Hutan Magis terkenal sebagai tempat bersarangnya
berbagai macam makhluk aneh mulai dari pohon hidup sampai peri-peri hitam.

 

Sungai, Benteng, dan Archgeneral
Cleopetty

Jika
anda sudah mampu melewati penjagaan para burung hantu, jangan harap anda bisa
tersenyum senang dan merasa mampu memasuki negeri ini dengan mudah. Tunggu
dulu! Lima kilometer kemudian tamu negeri Burung Hantu akan tiba di garis
kedua, Sungai Takmambu, yang membentang melingkari negeri dan berair jernih.
Tapi jangan tertipu dengan jernihnya air, karena Sungai Takmambu adalah rumah
bagi ribuan buaya yang siap melahap siapapun yang terjatuh kesana. Di seberang
sungai Takmambu berdiri benteng Tembok Tinggi yang menjulang dan membentang
melingkar yang dijaga oleh berpuluh ribu prajurit gagah berani. Komandan mereka
adalah panglima perang yang tersohor, Archgeneral Leo. Sebenarnya nama beliau
adalah Cleopetty. Nama yang manis untuk mewakili seorang wanita yang berparas
manis pula. Selain penduduk negeri Burung Hantu, tidak banyak yang tahu bahwa Archgeneral
Leo ini sebenarnya seorang wanita. Bagaimana tidak, karena beliau selalu nampak
gagah bak lelaki saat berperang dengan baju kebesarannya yang berwarna
keemasan, juga saat menunggang kuda hitamnya yang dinamai Kittyrosy. Lulusan
cum laude dari Akademi Militer Dunia Darat ini mungkin satu-satunya jenderal
wanita di dunia abad ini. Beliau sempat menuntut ilmu strategi perang di
Sekolah Kemiliteran Persia dan menjalankan kerja praktek di area Perang
Penaklukan Spanyol. Mengenyam ilmu perang sampai ke Negeri Mongol juga dilakoninya,
saat beliau mengikuti program pertukaran pelajar militer ke Tibet. Dengan
pengalaman perang beliau yang luar biasa, tak heran bila Archgeneral Leo adalah
jenderal yang sangat disegani di arena perang. Dengan kepiawaian beliau
mengatur strategi perang dan memimpin 10.000 elites, Angkatan Perang Negeri
Burung Hantu tercatat hanya kalah sekali dalam sepuluh peperangan, dan berhasil
merebut sembilan koloni baru.

 

Bukit Barisan dan Archmagus
Melvina

Setelah
melewati benteng Tembok Tinggi dan Sungai Takmambu, tamu negeri Burung Hantu
akan tiba di barisan bukit yang bernama Bukit Barisan (-_-“ gak kreatif amat sih namanya, red.),
dimana sang tukang sihir kerajaan, Archmagus Melvina, bermukim. Ia selalu rajin
bertapa di puncak bukit yang paling tinggi untuk mencari wangsit. Kekuatannya
yang paling tersohor adalah kemampuannya membaca masa depan dengan Bola Kristal
dan mencipta ramuan dalam kuali raksasanya, the Leaky Cauldron (eits, kok niru sih? – ya udah ganti
nama) Si Bandel Anti Bocor. Melvina ini masih sepupu dari kakak ipar dari adik
satu bapak dari kakak laki-laki pertama dari ayahnya Merlin, sang penyihir yang
kesohor dan juga penasihat dari King Arthur, King of Camelot. Melvina adalah
seorang penyihir yang punya track record bagus dan cukup disegani di muka bumi.
Bagaimana tidak, dia termasuk salah satu pemuka di Ikatan Penyihir Dunia Abad
Ini. Selain Merlin, Archmagus Melvina juga berkawan dekat dengan
penyihir-penyihir tersohor lain seperti Gandalf dan Albus Dumbledore. Salah
satu angkatan pertama Hogwarts yang juga teman main gundunya penyihir Saruman
semasa kecil ini (lho kan beda era? Babah
wis gak ngurus,
red.) adalah satu-satunya penyihir wanita dalam barisan
penggagas Gerakan Tukang Sihir Anti Tenung Sedunia. Ia juga dikenal sebagai
pencipta dari salah satu dari lima mantra paling utama di dunia, yaitu Mantra
Berjalan Diatas Air. Jika Archgeneral Leo bertanggung jawab pada pengamanan
negeri dari aspek militer, Melvina bertanggung jawab pada pengamanan negeri
dari aspek magis. Dengan tangan dinginnya, ia mampu mengatasi ancaman-ancaman
keamanan yang tak sanggup tertangani oleh para militer. Ia adalah penyihir
ketua dari squad penyihir Negeri Burung Hantu, dan dibawah pimpinannya, dunia
sihir negeri ini telah mencapai kemajuan inovasi mantra dan trik sihir yang
lumayan pesat selama tiga tahun terakhir. Tidak hanya bertugas memimpin seluruh
penyihir di negeri ini, Melvina juga bertugas memimpin makhluk-makhluk sihir
lain yang bukan termasuk jenis manusia, seperti para kurcaci, burung hantu
sihir, pegasus, sampai para pocong dan kuntilanak.

 

Kastil Kerajaan dan Duchess
Laneysa

Jika
Bukit Barisan yang dijaga Melvina sudah terlewati, tamu negeri Burung Hantu
akan melintasi daerah pemukiman rakyat sebelum akhirnya tiba di kastil Kerajaan.
Di kastil ini tinggallah Ratu negeri Burung Hantu dan putri semata wayangnya,
Putri Rulmara. Sang Raja telah lama meninggal dunia, mewariskan tahta ke Ratu
yang telah memerintah negeri ini selama delapan tahun. Di kastil ini juga
tinggal seorang penasihat kerajaan yang juga tangan kanan Ratu, yaitu Duchess
Laneysa. Bila Archgeneral Leo adalah penanggung jawab militer dan Archmagus
Melvina adalah pemuka sihir, Duchess Laneysa adalah creative director-nya
kerajaan Burung Hantu. Ide-ide bagus sering bermunculan dari kepalanya, mulai
dari strategi ekonomi sampai kebudayaan. Selulus dari Sekolah Tinggi Kerajaan
Burung Hantu, Laneysa pergi menuntut ilmu ke dataran Eropa, di Universitas
Negeri Eropa (dulunya IKIP Eropa, red), jurusan Seni dan Kebudayaan.
Aslinya ia ingin menjadi seniman, tapi selulus kuliah begitu pulang ke negeri
asalnya, ia magang di Tim Perumus Undang-Undang Kerajaan. Karena bersinar
selama masa magangnya, ia diangkat jadi tim penasihat kerajaan, menjabat
sebagai asisten penasihat kerajaan yang pada saat itu dijabat oleh Duke Madouk.
Ternyata Duke Madouk dipecat dari jabatannya lima bulan setelah diangkat karena
terlibat skandal suap-menyuap Bulog Gate. Setelah itu Baginda Ratu mengangkat
Laneysa sebagai penasihat kerajaan sampai sekarang.

 

—————————————–

 

Ceritanya,
ketiga orang kepercayaan Ratu ini bersahabat walaupun beda lokasi tugas. Dengan
posisi masing-masing, mereka memegang peran penting dalam mengamankan dan
memajukan kerajaan Burung Hantu. Termasuk juga untuk memberikan masukan-masukan
berharga kepada Baginda Ratu agar beliau tidak salah langkah dalam membuat
keputusan dan strategi kerajaan.

 

Lalu,
siapakah Putri Rulmara yang juga akan dikisahkan di dongeng ini? Putri Ratu
semata wayang yang baru berusia 18 tahun ini masih belia, namun sudah tumbuh
jadi gadis yang cantik. Ratu sangat menyayanginya dan menginginkan penjagaan
terbaik untuk sang putri, termasuk juga rencana untuk menyekolahkan putri ke
Universitas Negeri Eropa selepas sang putri lulus dari Sekolah Tinggi.

 

Namun
alkisah, suatu hari baginda Ratu meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
Karena tak ada pewaris takhta yang lain selain Putri Rulmara (yang belum cukup
dewasa dan berpengalaman untuk memerintah kerajaan) Duchess Laneysa sang
penasihat kerajaan jadi pusing. Oleh karena itu ia memanggil kedua sahabatnya
Archgeneral Leo dan Archmagus Melvina untuk berunding, bagaimana mereka bisa
menyelamatkan negeri Burung Hantu ditengah hiruk pikuk kekosongan pemerintahan
ini.


Nah, bagaimana kisahnya?  Akankah  mereka bertiga berhasil menemukan calon raja dan suami putri Rulmara yang tepat? Nantikan kisah yang seru dan penuh intrik ini di episode selanjutnya…

NyapNyip bareng Elvin|Neysa

March 25th, 2007 by nyapnyip

Suatu malam di Amsterdam..

"Nez.." kata Elvin "Kasih satu kata.."
Neysa diam sejenak, sambil menggigit-gigit ujung laptopnya.
Maklum, penulis modern dengan kebiasaan lama yang tidak bisa dihilangkan, menggigit-gigit ujung pensil.
"Hidup ini bagaikan…." kata Neysa akhirnya.
"Upil."
Neysa melemparkan pandangan betapa-ngaconya-analogymu-kawan. Elvin terkikik.

Tapi kira-kira begitulah hasil brainstorming, ngobrol dan melekan dua orang ini.  Tidak terduga. Nyap Nyip tanpa henti sampai matahari terbit.

Karena inspirasi ada di mana saja, dan imajinasi tidak mengenal batas waktu.
Jadi, jika dua orang penulis yang hobi ngaplo dan mimpi, menggabungkan inspirasi dan imajinasi mereka, apa jadinya?

NyapNyip :D.

Selamat Menikmati!!

*siapa tau anda bisa mendapatkan payung cantik sebagai pe-ngomen pertama di blog NyapNyip*