KISAH PUTRI RULMARA YANG MENCARI SUAMI
Part 1: Prolog dan pengenalan
karakter
Alkisah
ada sebuah kerajaan yang bernama Negeri Burung Hantu. Hah? Apa? Negeri Burung Hantu? Nggak pernah denger tuh! (Psst,
makanya kita mengundang anda untuk datang ke negeri ini, biar gak ndeso).
Pertama-tama
kita akan memandu anda untuk memasuki Negeri Burung Hantu, sampai anda semua
tiba di pusat kerajaan. Siap? Yuuk…

PETA NBH Abad Ini - Seperti inilah Negeri Burung Hantu dari hasil foto satelit GPS (Global Penyihiran System). Boleh klik lo untuk memperbesar, red.
Perbatasan Negeri Burung Hantu
Negeri
ini terletak di kedalaman hutan terluas di muka bumi, Hutan Magis. Jika dilihat
dari satelit udara, negeri Burung Hantu mungkin terlihat seperti lingkaran yang
luarnya berlapis-lapis.
Lapisan paling luar, yaitu lingkaran seratus ribu pohon
beringin raksasa dimana bersarang burung hantu-burung hantu ajaib. Itulah
kenapa negeri ini dinamai Negeri Burung Hantu. Barisan pohon beringin yang
melingkar itu disebut Tapal Batas Burung Hantu. Berbatasan langsung dengan
Hutan Magis yang terbentang sejauh tiga puluh kilometer sebelum seseorang bisa
mencapai kerajaan tetangga terdekat. Konon, burung hantu-burung hantu tersebut
adalah penjelmaan dari arwah-arwah leluhur yang memiliki kekuatan magis super
kuat untuk melindungi garis depan negeri itu dari segala macam makhluk yang
ingin menelusup masuk. Maklum, Hutan Magis terkenal sebagai tempat bersarangnya
berbagai macam makhluk aneh mulai dari pohon hidup sampai peri-peri hitam.
Sungai, Benteng, dan Archgeneral
Cleopetty
Jika
anda sudah mampu melewati penjagaan para burung hantu, jangan harap anda bisa
tersenyum senang dan merasa mampu memasuki negeri ini dengan mudah. Tunggu
dulu! Lima kilometer kemudian tamu negeri Burung Hantu akan tiba di garis
kedua, Sungai Takmambu, yang membentang melingkari negeri dan berair jernih.
Tapi jangan tertipu dengan jernihnya air, karena Sungai Takmambu adalah rumah
bagi ribuan buaya yang siap melahap siapapun yang terjatuh kesana. Di seberang
sungai Takmambu berdiri benteng Tembok Tinggi yang menjulang dan membentang
melingkar yang dijaga oleh berpuluh ribu prajurit gagah berani. Komandan mereka
adalah panglima perang yang tersohor, Archgeneral Leo. Sebenarnya nama beliau
adalah Cleopetty. Nama yang manis untuk mewakili seorang wanita yang berparas
manis pula. Selain penduduk negeri Burung Hantu, tidak banyak yang tahu bahwa Archgeneral
Leo ini sebenarnya seorang wanita. Bagaimana tidak, karena beliau selalu nampak
gagah bak lelaki saat berperang dengan baju kebesarannya yang berwarna
keemasan, juga saat menunggang kuda hitamnya yang dinamai Kittyrosy. Lulusan
cum laude dari Akademi Militer Dunia Darat ini mungkin satu-satunya jenderal
wanita di dunia abad ini. Beliau sempat menuntut ilmu strategi perang di
Sekolah Kemiliteran Persia dan menjalankan kerja praktek di area Perang
Penaklukan Spanyol. Mengenyam ilmu perang sampai ke Negeri Mongol juga dilakoninya,
saat beliau mengikuti program pertukaran pelajar militer ke Tibet. Dengan
pengalaman perang beliau yang luar biasa, tak heran bila Archgeneral Leo adalah
jenderal yang sangat disegani di arena perang. Dengan kepiawaian beliau
mengatur strategi perang dan memimpin 10.000 elites, Angkatan Perang Negeri
Burung Hantu tercatat hanya kalah sekali dalam sepuluh peperangan, dan berhasil
merebut sembilan koloni baru.
Bukit Barisan dan Archmagus
Melvina
Setelah
melewati benteng Tembok Tinggi dan Sungai Takmambu, tamu negeri Burung Hantu
akan tiba di barisan bukit yang bernama Bukit Barisan (-_-“ gak kreatif amat sih namanya, red.),
dimana sang tukang sihir kerajaan, Archmagus Melvina, bermukim. Ia selalu rajin
bertapa di puncak bukit yang paling tinggi untuk mencari wangsit. Kekuatannya
yang paling tersohor adalah kemampuannya membaca masa depan dengan Bola Kristal
dan mencipta ramuan dalam kuali raksasanya, the Leaky Cauldron (eits, kok niru sih? – ya udah ganti
nama) Si Bandel Anti Bocor. Melvina ini masih sepupu dari kakak ipar dari adik
satu bapak dari kakak laki-laki pertama dari ayahnya Merlin, sang penyihir yang
kesohor dan juga penasihat dari King Arthur, King of Camelot. Melvina adalah
seorang penyihir yang punya track record bagus dan cukup disegani di muka bumi.
Bagaimana tidak, dia termasuk salah satu pemuka di Ikatan Penyihir Dunia Abad
Ini. Selain Merlin, Archmagus Melvina juga berkawan dekat dengan
penyihir-penyihir tersohor lain seperti Gandalf dan Albus Dumbledore. Salah
satu angkatan pertama Hogwarts yang juga teman main gundunya penyihir Saruman
semasa kecil ini (lho kan beda era? Babah
wis gak ngurus, red.) adalah satu-satunya penyihir wanita dalam barisan
penggagas Gerakan Tukang Sihir Anti Tenung Sedunia. Ia juga dikenal sebagai
pencipta dari salah satu dari lima mantra paling utama di dunia, yaitu Mantra
Berjalan Diatas Air. Jika Archgeneral Leo bertanggung jawab pada pengamanan
negeri dari aspek militer, Melvina bertanggung jawab pada pengamanan negeri
dari aspek magis. Dengan tangan dinginnya, ia mampu mengatasi ancaman-ancaman
keamanan yang tak sanggup tertangani oleh para militer. Ia adalah penyihir
ketua dari squad penyihir Negeri Burung Hantu, dan dibawah pimpinannya, dunia
sihir negeri ini telah mencapai kemajuan inovasi mantra dan trik sihir yang
lumayan pesat selama tiga tahun terakhir. Tidak hanya bertugas memimpin seluruh
penyihir di negeri ini, Melvina juga bertugas memimpin makhluk-makhluk sihir
lain yang bukan termasuk jenis manusia, seperti para kurcaci, burung hantu
sihir, pegasus, sampai para pocong dan kuntilanak.
Kastil Kerajaan dan Duchess
Laneysa
Jika
Bukit Barisan yang dijaga Melvina sudah terlewati, tamu negeri Burung Hantu
akan melintasi daerah pemukiman rakyat sebelum akhirnya tiba di kastil Kerajaan.
Di kastil ini tinggallah Ratu negeri Burung Hantu dan putri semata wayangnya,
Putri Rulmara. Sang Raja telah lama meninggal dunia, mewariskan tahta ke Ratu
yang telah memerintah negeri ini selama delapan tahun. Di kastil ini juga
tinggal seorang penasihat kerajaan yang juga tangan kanan Ratu, yaitu Duchess
Laneysa. Bila Archgeneral Leo adalah penanggung jawab militer dan Archmagus
Melvina adalah pemuka sihir, Duchess Laneysa adalah creative director-nya
kerajaan Burung Hantu. Ide-ide bagus sering bermunculan dari kepalanya, mulai
dari strategi ekonomi sampai kebudayaan. Selulus dari Sekolah Tinggi Kerajaan
Burung Hantu, Laneysa pergi menuntut ilmu ke dataran Eropa, di Universitas
Negeri Eropa (dulunya IKIP Eropa, red), jurusan Seni dan Kebudayaan.
Aslinya ia ingin menjadi seniman, tapi selulus kuliah begitu pulang ke negeri
asalnya, ia magang di Tim Perumus Undang-Undang Kerajaan. Karena bersinar
selama masa magangnya, ia diangkat jadi tim penasihat kerajaan, menjabat
sebagai asisten penasihat kerajaan yang pada saat itu dijabat oleh Duke Madouk.
Ternyata Duke Madouk dipecat dari jabatannya lima bulan setelah diangkat karena
terlibat skandal suap-menyuap Bulog Gate. Setelah itu Baginda Ratu mengangkat
Laneysa sebagai penasihat kerajaan sampai sekarang.
—————————————–
Ceritanya,
ketiga orang kepercayaan Ratu ini bersahabat walaupun beda lokasi tugas. Dengan
posisi masing-masing, mereka memegang peran penting dalam mengamankan dan
memajukan kerajaan Burung Hantu. Termasuk juga untuk memberikan masukan-masukan
berharga kepada Baginda Ratu agar beliau tidak salah langkah dalam membuat
keputusan dan strategi kerajaan.
Lalu,
siapakah Putri Rulmara yang juga akan dikisahkan di dongeng ini? Putri Ratu
semata wayang yang baru berusia 18 tahun ini masih belia, namun sudah tumbuh
jadi gadis yang cantik. Ratu sangat menyayanginya dan menginginkan penjagaan
terbaik untuk sang putri, termasuk juga rencana untuk menyekolahkan putri ke
Universitas Negeri Eropa selepas sang putri lulus dari Sekolah Tinggi.
Namun
alkisah, suatu hari baginda Ratu meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
Karena tak ada pewaris takhta yang lain selain Putri Rulmara (yang belum cukup
dewasa dan berpengalaman untuk memerintah kerajaan) Duchess Laneysa sang
penasihat kerajaan jadi pusing. Oleh karena itu ia memanggil kedua sahabatnya
Archgeneral Leo dan Archmagus Melvina untuk berunding, bagaimana mereka bisa
menyelamatkan negeri Burung Hantu ditengah hiruk pikuk kekosongan pemerintahan
ini.
Nah, bagaimana kisahnya? Akankah mereka bertiga berhasil menemukan calon raja dan suami putri Rulmara yang tepat? Nantikan kisah yang seru dan penuh intrik ini di episode selanjutnya…
April 9th, 2007 at 2:44 am
new breed of fantasy XD
nggapleki-fantasy.. hehehe
keren, ladies! will be waitin for the next part!
April 14th, 2007 at 4:44 pm
i havent read nesya’s work before…
tapi emang beda di banding tulisan kamu ya vin
April 15th, 2007 at 1:46 pm
hohoho.. haven’t read my work before?
mari yuk saya invite…
ada account wordpress?
April 17th, 2007 at 5:10 am
maap nez ga punya >.<
kasi link nya aja tar tak save nang bookmark
June 17th, 2007 at 7:32 am
Very nice story girls. That map of negeri burung hantu looks awesome! Btw it reminds me of kisah “Kong Hong Nio”, tapi kisah ini lebih menarik dan lebih gaul! hehe